Kamis, 11 Februari 2021

Bersimpuh di Ruang Karya


Kertas dan pena tak berhenti menjadi sahabat kerjamu....

Buku nan lusuh tetap tersimpan rapi...

Dimana banyak kata akan menjadi wasiat ilmu

Dititipkan dalam sejenak konsentrasi yang mungkin saja didengar oleh segelintir Indra pendengar....

Kini samar-samar kertas dan pena beralih rupa

Menjadi layar penuh huruf dan angka

Dimana jari bergerak lentik memainkannya dengan mengetik...

Yah....seperti itulah cara kau menulis...

Disatu ruang....ruang kerja sekolah yang dibilang ruang guru....atau sudut kecil dengan sebuah meja yang penuh dengan tumpukan buku atau juga benda pipih yang dunia beri nama laptop

Itu adalah tempat engkau bersimpuh...

Memulai kata menjadi kalimat

Merampung ilmu dengan pemahaman sederhana

Atau sekedar menata soal menguji kecerdasan dan daya ingat....dimana satu tekad tetap menyala membakar gagal yang menerpa tak tega....

Guru ...itulah duniamu....

Jika tak pernah engkau sesibuk itu....

Maka separuh jiwamu masih dikelabui kesibukan dunia yang menghapus sebagian ciri khasmu sebagai pendidik....

Tetaplah setia....bersama kepulan asap do'amu yang tak pernah raib...

Bersimpuhlah disana dengan do'a dan cinta

Menuju pendidikan Indonesia yang penuh cerita kesuksesan

Minggu, 07 Februari 2021

Butir Do'a dari Dinding Sekolah

Butir Do'aButir do’a dari dinding sekolah

Diantara semaraknya indah bunga di taman pendidikan....kau titipkan satu malaikat yang menuntun jejak-jejak kaki kecil  dari tak tahu menjadi tahu....  Melangkah menyusuri lorong hidup yg dihiasi corak nyata.......... Ada yg mudah dipahami pun pula tak mudah dipahami atau hanya berlalu dalam ketidaktahuan bersama waktu yang enggan kembali....

Kaulah pijar-pijar yang melengkapi cahaya cita-cita anak didik....menuju gemilang sukses pencapaian jati diri...

Taukah engkau....bahwa dinding sekolahpun mengalirkan butir-butir do'a untukmu????

Agar ketulusan menjadi milik hatimu mencerdaskan anak bangsa.....

Agar senyuman menjadi milik bibirmu untuk anak didik dan sejawat.....

Agar matamu menjadi tatapan paling teduh....untuk luka-luka yg terbawa bersama niat belajar dan niat bekerja....

Agar setiap katamu menjadi penghiburan....untuk jiwa yg terperangkap dalam rumah penuh onak...tat kala teduhmu menjadi perlindungannya...

Dinding itu....tak berhenti mengalirkan butir-butir do'a....agar hatimu menjadi penyangga untuk sekolah yang juga mengajarkanmu tentang cinta dan peduli sesama...

Bukanlah gedung atau tembok semata....yg nampak selalu indah dengan warna cat yg mengkilap... Tapi itu kamu....dengan do'amu....yg mengikat cintamu untuk anak didik dan sejawat......

Butir-butir do'a itu adalah senyummu,pedulimu,sapamu, cerita lucumu....

Butir-butir do'a itu bukan duri bilik gubukmu yg kau tampakkan dalam raut wajah dan kata menikam hati yg lain...menjadikan luka baru.....

Butir-butir do'a itu adalah milikmu....Guruku...

(Harapan akan sikap perbuatan baik dalam lingkungan Sekolah)

 

Berharap Pada Langit Hati Sang Nahkoda

Langit HatiBerharap pada Langit Hati Sang Nahkoda

Langit hatimu Sang Nahkoda adalah tempat aku bernaung....dimana do'aku  adalah pengabdianku....

Banyak pilu yg harus kupikul bersama harapku akan segenggam upah....

Pada langit hatimu...aku berharap penuh..akan kebijakan untuk satu khilafku....

Pada langit hatimu...aku menengadah mengharapkan kepedulian untuk kesekian lara yang harus kutanggung; keringat juang orang tua,nafkah keluarga dan banyak mimpi yg masih harus ditempuh dengan banyak langkah dan ujud do'a...

Retak jiwaku....jika cahaya bintangmu tak membiaskan senyum....

Pedih hatiku....jika katamu membungkus amarah...karena salahku atau karena gumpalan dendam yg terpaksa ditumpahkan tanpa tau arah dan rasa....

Wahai Engkau Nahkodaku....titipkan aku setitik maaf...jika ketidaktahuanku hanya membuihkan luka dan ketidakpuasan....

Biarkan nasihat menjadi Surya yg menerangi karyaku

Biarkan niat baikmu menjadi bulan malam yg bercahaya dalam keteduhan menenangkan hatiku...

Biarkan cinta dan ayun kayuhmu menjadi bintang yg mewarnai setiap lengkungan mimpiku dalam dunia pengabdianku....

Aku berharap pada langit hatimu..

 (Syair untuk Pemimpin....sebagai harapan akan relasi yg baik dalam lingkungan pendidikan)

Sabtu, 06 Februari 2021

Hening Seperti tak Berpenghuni

Hening



Riuh suara itu sejenak terdiam

Hening....seperti tak berpenghuni

Jejak-jejak itu semakin samar

Tertutup dedaunan kering yang berjatuhan

Dimanakah rumah itu????

Yang tertata rapi lebih dari satu ruang

Yang halamannya tertata indah dengan bunga-bunga pagar....dimana satu tiang tetap setia berdiri kokoh mengibarkan merah putihku....kebanggaan ku...Indonesia merdeka ku....

Tapi kini....seakan lengang

Kaki-kaki kecil itu

Suara-suara nakal itu

Pejuang-pejuang pendidikan tengah berlindung dibalik kesibukan dan gelap yang mencekam....

Corona pergilah....

Kami tetap ingin agar jumpa kami seperti dulu...

Mengotori papan hitam dengan kapur tulis...

Membiarkan tangan penuh dengan debu putih

Mencari makna yang masih dibungkus misteri waktu....

Aku rindu...

Akhirnya aku hanya membungkis rindu yang terbungkus dalam syair-syair sahaja ini

@syairpertama

@syair pendidikan

@bingkisanhatigurupelosok