HARI PERTAMA SEKOLAH
Senja memerah di ufuk barat,mewarnai penghujung
pekan kali itu. Beberapa detik lagi akhir pekan itu berlalu,menyonsong hari
minggu dan beberapa jam lagi hari pertama sekolah itu tiba. Hari libur telah
berlalu. Ini adalah ceritaku menyonsong hari pertama sekolah.
Namaku DAUD,aku siswa kelas 5 SD. Liburan kali
ini menyenangkan,aku bisa membantu orang tuaku yang bekerja sebagai
petani.beberapa hari liburan ini juga saya gunakan untuk mencari uang sendiri…dan
kulihat uang tabunganku selama liburan sudah cukup untuk membeli sepatu,buku tulis
dan tas baru. Hari itu hari sabtu, kutemui Mamaku di dapur kesayangannya.
Ma….aku sudah menghitung uang tabunganku dari
hasil kerja selama liburan ini,sudah cukup untuk membeli sepatu,buku tulis dan
tas baru,kataku pada Mama.
Daud…tidakkah itu terlalu boros nak…! Tas dan
sepatu masih bisa dipakai tu nak…!! Bagaimana kalo uangnya disimpan untuk beli
buku saja,selebihnya ditabung nak…!!
Ma…teman-temanku pada ramai beli sepatu dan tas
baru Ma…lagi pula tas dan sepatu yang lama sudah rusak ma,saya malu nanti
dengan teman-teman. Ucap Daud. Tatapan matanya sedih merenungkan jawaban Sang
Mama. Mama benar,tetapi aku juga mau tampil baik seperti teman-temanku yang
lain.batin Daud.
Beberapa menit berlalu tanpa kata terucap. Sang
Mama mengerti maksud sang anak. Perasaan anak diatas segala-galanya. Mama menghela
napas. Baiklah nak…!! Mama menuruti apa maumu,yang penting belajar yang
rajin,biar nilaimu bagus.
betapa gembiranya Daud,spontan dia memeluk Mamanya.
Makasih Ma…!! Sebentar aku akan membeli semuanya…!!! Ucap Daud penuh gembira.
Hari pertama sekolah…adalah hari pertama
setelah liburan cukup Panjang. Rasanya istimewa. Hari dimana semangat baru
mengalir untuk belajar menyelesaikan masa Pendidikan. Hari dimana kepuasan itu
ada bagi Daud yaitu tampil serba baru, tas baru,sepatu baru dan buku tulis
bergambar pemain bola. Bukankah itu membahagiakan Daud…??? Bagaimana dengan
kurikulum merdeka Daud…???
Hari pertama sekolah di awal tahun pelajaran
adalah hari pertama pada satu tingkatan Pendidikan. Yang disiapkan tentu bukan
hanya sepatu,tas dan buku tulis tetapi kesiapan diri,lahir batin,pikiran menyonsong
ilmu pengetahuan baru yang akan segera diperoleh melalui pelajaran.
Sepatu,tas dan buku tulis adalah perlengkapan
yang menyemangati. Yang menorah senyum penuh percaya diri kala berjumpa dengan
teman-teman untuk sekedar bercerita tentang liburan. Tidakah begitu adanya Daud…???
Tapi Mama memahami Daud…biarlah Daud mencapai keinginannya, karena Mama saying Daud
dan Mama mau Daud tetap semangat belajar.
Nana….Daud… bangun sudah…menyonsong fajar
kurikulum baru,kurikulum merdeka. Sampaikan salam pada Bapa Mama guru untuk
buka IKM Daud…