Selasa, 11 Juli 2023

Hari Pertama Sekolah Daud

 

HARI PERTAMA SEKOLAH

Senja memerah di ufuk barat,mewarnai penghujung pekan kali itu. Beberapa detik lagi akhir pekan itu berlalu,menyonsong hari minggu dan beberapa jam lagi hari pertama sekolah itu tiba. Hari libur telah berlalu. Ini adalah ceritaku menyonsong hari pertama sekolah.

Namaku DAUD,aku siswa kelas 5 SD. Liburan kali ini menyenangkan,aku bisa membantu orang tuaku yang bekerja sebagai petani.beberapa hari liburan ini juga saya gunakan untuk mencari uang sendiri…dan kulihat uang tabunganku selama liburan sudah cukup untuk membeli sepatu,buku tulis dan tas baru. Hari itu hari sabtu, kutemui Mamaku di dapur kesayangannya.

Ma….aku sudah menghitung uang tabunganku dari hasil kerja selama liburan ini,sudah cukup untuk membeli sepatu,buku tulis dan tas baru,kataku pada Mama.

Daud…tidakkah itu terlalu boros nak…! Tas dan sepatu masih bisa dipakai tu nak…!! Bagaimana kalo uangnya disimpan untuk beli buku saja,selebihnya ditabung nak…!!

Ma…teman-temanku pada ramai beli sepatu dan tas baru Ma…lagi pula tas dan sepatu yang lama sudah rusak ma,saya malu nanti dengan teman-teman. Ucap Daud. Tatapan matanya sedih merenungkan jawaban Sang Mama. Mama benar,tetapi aku juga mau tampil baik seperti teman-temanku yang lain.batin Daud.

Beberapa menit berlalu tanpa kata terucap. Sang Mama mengerti maksud sang anak. Perasaan anak diatas segala-galanya. Mama menghela napas. Baiklah nak…!! Mama menuruti apa maumu,yang penting belajar yang rajin,biar nilaimu bagus.

betapa gembiranya Daud,spontan dia memeluk Mamanya. Makasih Ma…!! Sebentar aku akan membeli semuanya…!!! Ucap Daud penuh gembira.

Hari pertama sekolah…adalah hari pertama setelah liburan cukup Panjang. Rasanya istimewa. Hari dimana semangat baru mengalir untuk belajar menyelesaikan masa Pendidikan. Hari dimana kepuasan itu ada bagi Daud yaitu tampil serba baru, tas baru,sepatu baru dan buku tulis bergambar pemain bola. Bukankah itu membahagiakan Daud…??? Bagaimana dengan kurikulum merdeka Daud…???

Hari pertama sekolah di awal tahun pelajaran adalah hari pertama pada satu tingkatan Pendidikan. Yang disiapkan tentu bukan hanya sepatu,tas dan buku tulis tetapi kesiapan diri,lahir batin,pikiran menyonsong ilmu pengetahuan baru yang akan segera diperoleh melalui pelajaran.

Sepatu,tas dan buku tulis adalah perlengkapan yang menyemangati. Yang menorah senyum penuh percaya diri kala berjumpa dengan teman-teman untuk sekedar bercerita tentang liburan. Tidakah begitu adanya Daud…??? Tapi Mama memahami Daud…biarlah Daud mencapai keinginannya, karena Mama saying Daud dan Mama mau Daud tetap semangat belajar.

Nana….Daud… bangun sudah…menyonsong fajar kurikulum baru,kurikulum merdeka. Sampaikan salam pada Bapa Mama guru untuk buka IKM Daud…

Kamis, 02 Maret 2023

Terpaku,Membeku dalam Jarak

 Kelas VI
SDI Kalo
Kisah hari ini mengulang kenangan masa lalu saat masih di bangku SD. Pagi ini masih sama,suguhan kabut dan gerimis belum beralih. Menyapa mereka dengan hangat adalah satu sarapan batin yang mengenyangkan. Bukankah begitu juga saudara guruku yang lain๐Ÿฅฐ๐Ÿฅฐ??

Satu suara menggugah,namanya Nadia..

"Ibu...pindah tempat duduk Ibu..!"

Hah..pindah..?kan ini sudah pas...sahutku..!

Kelas mulai ramai,Nadia,Mita,Kon,Carli,Ano dan banyak yang bersuara.

"Ibu...Ibu In bilang pindah tempat duduk,karena kami ribut..! Ibu yang atur teman duduknya..!"

Okay ...harus duduk berpasangan...!

Oeeeeee Ibu....๐Ÿ˜”๐Ÿ˜”๐Ÿ˜”๐Ÿ˜”semuanya bersorak๐Ÿ˜„๐Ÿ˜„

Sayapun mengatur mereka duduk berpasangan. Tentunya banyak yang protes..๐Ÿ˜„

๐Ÿง’๐Ÿง’Ibu...kami tidak mau duduk berpasangan,nanti malah baku olok..!! Ibu..tolong ibu..!!

Ah...tingkah lucu ini menggemaskan. Sebegitu tak maunya mereka duduk berpasamgan. Wejanganpun mulai saya tuturkan.

"Kenapa kalian malu..biar saja duduk berpasangan,nanti kalo sudah besar tidak malu lagi.bahkan kalau sudah tamat kalian pasti saling merindukan dan akan sangat senang bila bertemu lagi dengan teman angkatan"

"Duduk sama itu bukan pacaran,kalian ini sahabat,jadi duduk tenang saja"

Suara-suara protes masih bersahutan.

"Okay...saya buat perjanjian..kalau les matematika boleh duduk berpasangan,setelah itu kembali ke tempat duduk semula" merekapun bersorak senang.

Jadilah pelajaran hari ini penuh ancaman. Saya memberikan mereka waktu untuk membereskan materi kemarin dan jika ada yang ribut selalu saya ucapkan "batallll perjanjian..!"

Sampai les brakhirpun mereka tetap duduk dalam jarak,bahkan menarik kursi lebih ke pinggir meja agar lebih jarak lagi dengan tan duduk. Perasaan-perasaan pada usia ini masih dipenuhi rasa malu. Cara mereka duduk juga seperti membeku dalam dingin musim ini,terpaku dalam rasa malu mereka sendiri.

Sampai jam berakhirpun masih duduk dalam jarak...dan selalu meminta...Ibu...kalau selesai les matek pindah lagi eee..Ibu ee...๐Ÿ˜„๐Ÿ˜„

Merengek manja itu sudah menjadi kedekatan yang luar biasa. Bahkan ada juga yang berani ukur tinggi dengan Ibu Guru yang tinggi satu meter kotor ini๐Ÿ˜„๐Ÿ˜„

Sekian cerita hari ini,siapapun engkau sang guru,pasti selalu ada cerita lucu yang menggelitik hati.

Rabu, 01 Maret 2023

Mengabdi pada apapun


 Berharaplah terus agar embun-embun akan selalu menyegarkan,agar warna itu akan selalu merona,agar hari baru tetap membingkis semangat..

Untukmu mentari...aku tak tau seberapa banyaknya hujan memberi jeda pada jumpa kita,tetapi ini tentang alur musim,yang membawamu bersembunyi dibalik kabut gelap dan rinai hujan yang datang dalam rupa bervariasi dari gerimis sampai pada aliran paling deras.

Basah dan lembab kini menanti panasmu tapi aku tetaplah pada satu jalan meniti jejak pengabdian yang sama.

Dan untukmu hujan...taukah kamu bahwa karenamu,lumpur-lumpur kini menjadi tak beraturan,jejak-jejakpun terukir licin pada jalanan,memberi tantangan pada banyak langkah yang tetap berjuang mencari makna dan nafkah..dan aku tahu ini adalah waktumu tiba menggenapi musim.

Pada terik,hujan,angin dan dingin..pengabdian ini tetaplah mengalun sama..untuk riak-riak kecil yang adalah tunas negeri...kendalikan dengan banyak bijakmu walau terbentuk dari banyak emosi,mengasah sabar agar nanti menjadi generasi yang baik.

Terik,hujan,angin dan dingin adalah warna hari efektifmu...yang kau warnai dengan nurani pengabdian. Dan untukmu langkah-langkah yang mengayun lambat,bayarlah itu dengan makna,pada cara belajar dan mengajar yang menyenangkan.

Mengabdilah pada apapun,pada terik,hujan,angin,dingin dan jalan bebatuan




Selasa, 15 Maret 2022

Memahami Ungkapan Orang Manggarai "Neka Nia Ngeru Nitu Wesut"

 Manggarai yang khas akan budaya tetap memberikan cercah nasihat atau pesan moral7 bagi khalayak melalui berbagai aspek budaya itu sendiri. Selain pesan moral yg tak kalah pentingnya adalah nilai estetika yg ditampilkan dan membius hati orang luar untuk mengetahui banyak hal tentang budaya Manggarai. Ada seni tari yaitu caci dan danding,ada seni suara yaitu Mbata juga seni rupa yg lebih banyak nampak dalam karya kriya dan busana adat dengan corak warna juga motif hias yang unik.

Satu hal yang sangat menggugah penulis saat ini adalah go'et yg berarti nasihat dan larangan yaitu "Neka Nia Ngeru Nitu Wesut"

Deretan kalimat ini memiliki makna yang dalam. Ini adalah kalimat larangan. Saya memberikan artinya terlebih dahulu:

Neka:jangan,nia: dimana,menunjukan tempat atau situasi,Ngeru: wangi,lebih identik dengan makanan (daging),pesta atau hajatan,Nitu:disitu,wesut:pergi.

Arti menyeluruhnya: janganlah pergi ke sebuah hajatan dengan tujuan keramaian dan makanan walaupun tidak diundang. Deretan ungkapan ini cukup tajam dan sedikit bernada sinis. Tetapi ini mau menunjukan tentang harga diri seseorang. Ini menjadi prinsip dasar seseorang untuk mengikuti sebuah hajatan ataupun kegiatan lain yg melibatkan bnyak orang. 

Di zaman milenial ini tentu banyak orang sudah memahami etika tentang mengikuti berbagai bentuk kegiatan publik yaitu pentingnya UNDANGAN. Banyak orang sudah mengaplikasikan Ungkapan "Neka Nia Ngeru Nitu Wesut" dengan cara berpikir kritis yaitu tidak mengikuti sebuah kegiatan publik jika tidak mendapat undangan. Jika ada undangan yg diundang pasti hadir dan mengikuti seluruh rangkaian kegiatan.

Tetapi sebagian orang bisa saja menomorduakan Undangan hanya karena mau terlibat,rasa kekeluargaan dan menjaga perasaan penyelenggara. Nah misi menjaga perasaan inilah yg menimbulka  Baper (terbawa perasaan) anak gaul bilang...Baper yg menghilangkan etika dan logika. Baper inilah yang menimbulkan banyak pertanyaan dan analisa..mengapa dan ada apa??? Pertanyaan berbagai pertanyaan akhirnya tak bisa diolah dengan baik dan hanya menjadi rantai permusuhan,rantai untuk saling membuat tersinggung. Hal ini banyak terjadi yang membuat banyak orang lupa diri bahwa selain cara berpikir yang kian milenial manusia juga sudah sejak lama dibentuk dengan budaya dan adat istiadat seperti yang terkandung dalam ungkapan Neka Nia Ngeru Nitu Wesut. Ungkapan ini membantu proses pembentukan pribadi dalam hidup berorganisasi dan hidup bermasyarakat,untuk mengutamakan Undangan dan untuk menyadari bahwa jika ada orang yang tidak menghadiri satu kegiatan atau hajatan atau apapun bentuknya yang melibatkan banyak orang itu artinya dia tidak mendapatkan undangan secara resmi.

Sebagai penulis,saya merasa bahwa mendalami ungkapan ini membutuhkan banyak referensi yang nantinya bisa disesuaikan dengan karakter manusia juga cara pandang manusia tentang sesuatu secara logika dan nilai etika serta pergeseran nilai moral juga praktek hidup beriman dalam masyarakat. Ini hanya ulasan sederhana untuk mengingat kembali pesan dari ungkapan Neka Nia Ngeru Nitu Wesut.

Tabe.

Rabu, 03 November 2021

Mengenal Busana Adat Daerah Manggarai Melalui Fitur Peta Budaya Rumah Belajar


     Sahabat Rumah belajar,salah satu fitur pada portal rumah belajar adalah peta budaya. Berdasarkan pedoman pemanfaatan fitur rumah belajar peta budaya merupakan merupakan salah satu layanan fitur yang tersedia di dalam portal Rumah Belajar, Layanan fitur Peta Budaya tersebut diperuntukkan untuk memenuhi kebutuhan belajar siswa dan guru di sekolah maupun masyarakat yang ingin mengetahui keanekaragaman budaya Indonesia. Materi yang terdapat di fitur Peta Budaya dapat dimanfaatkan pada semua jenjang pendidikan, dimana cara dan strategi penyampaian ataupun pemanfaatan yang akan mungkin berbeda-beda pada semua jenjang dimana guru sebagai Pendidik yang akan mengatur strategi pembelajaran di sekolah.

     Layanan ini akan memberikan alternatif media pembelajaran tentang kebudayaan Indonesia yang sesuai dengan tuntutan perkembangan TIK. Saat ini media pembelajaran berbasis 15 web yang berbahasa Indonesia dalam dunia pendidikan Indonesia masih terbatas jumlah konten yang mengagkat tentang budaya dan cagar budaya. Peta Budaya memiliki fungsi yang strategis dalam pembelajaran, yaitu:1) meningkatkan produktivitas pembelajaran tentang kebudayaan yang kita miliki, 2) memberikan kemungkinan pembelajaran yang sifatnya individual (mandiri) , 3) memberikan dasar yang lebih ilmiah dan menarik terhadap pembelajaran kebudayaan, 4) memungkinkan belajar secara seketika yaitu mengurangi kesenjangan antara pembelajaran yang bersifat verbal dan abstrak dengan realitas yang konkret, serta memberikan pengetahuan yang sifatnya langsung, dan 6) meningkatkan nasionalisme dan kecintaan terhadap keanerkaagaman budaya serta berperan aktif dalam melestarikannya.

            Berdasarkan uraian diatas maka dipandang perlu untuk menyajikan tentang pakyan adat daerah Manggarai pada fitur peta budaya agar nantinya dapat menjadi sumber belajar dan sumber bacaan yang dapat meningkatkan pemahaman dan pengetahuan pembaca tentang keanekaragaman budaya Indonesia pada umumnya scara khusus daerah Manggarai.

            Daerah Manggarai memiliki berbagai busana adat yang biasa digunakan ada acara adat maupun pada event resmi lainnya. Busana adat ini memiliki corak tersendiri sebagai hasil kerajinan tangan yang sangat khas dan unik dari daerah lainnya diselurih Indonesia. Adapun jenis busana tersebut dibagi menhadi dua bagian yaitu ; busana pria dan busana wanita.

1.    Busana Pria

Busana Pria terdiri dari :

a.       Kain Songke



b.      Baju Putih (disesuaikan)

c.       Selempang songke



d.      Peci Songke

e.       Tubi Rapa


2.    Busana Wanita

a.       Kain Songke



b.      Kebaya/baju polos

c.       Busana Tari atasan Mbero,bali-belo/retu (hiasan kepala) dipadukan dengan Kain Songke. 





Sahabat Rumah Belajar, dalam melaksanakan tugas akhir level 4 ini saya melakukan sosialisasi tentang rumah belajar kepada Siswa/i SMPN 7 Ndoso dan juga berbagi tentang Peta Budaya dengan beberaapa teman guru di Kabupaten Manggarai Barat dan beberapa Sahabat Rumah belajar.peta budaya