Berharaplah terus agar embun-embun akan selalu menyegarkan,agar warna itu akan selalu merona,agar hari baru tetap membingkis semangat..
Untukmu mentari...aku tak tau seberapa banyaknya hujan memberi jeda pada jumpa kita,tetapi ini tentang alur musim,yang membawamu bersembunyi dibalik kabut gelap dan rinai hujan yang datang dalam rupa bervariasi dari gerimis sampai pada aliran paling deras.
Basah dan lembab kini menanti panasmu tapi aku tetaplah pada satu jalan meniti jejak pengabdian yang sama.
Dan untukmu hujan...taukah kamu bahwa karenamu,lumpur-lumpur kini menjadi tak beraturan,jejak-jejakpun terukir licin pada jalanan,memberi tantangan pada banyak langkah yang tetap berjuang mencari makna dan nafkah..dan aku tahu ini adalah waktumu tiba menggenapi musim.
Pada terik,hujan,angin dan dingin..pengabdian ini tetaplah mengalun sama..untuk riak-riak kecil yang adalah tunas negeri...kendalikan dengan banyak bijakmu walau terbentuk dari banyak emosi,mengasah sabar agar nanti menjadi generasi yang baik.
Terik,hujan,angin dan dingin adalah warna hari efektifmu...yang kau warnai dengan nurani pengabdian. Dan untukmu langkah-langkah yang mengayun lambat,bayarlah itu dengan makna,pada cara belajar dan mengajar yang menyenangkan.
Mengabdilah pada apapun,pada terik,hujan,angin,dingin dan jalan bebatuan

Tidak ada komentar:
Posting Komentar