Satu suara menggugah,namanya Nadia..
"Ibu...pindah tempat duduk Ibu..!"
Hah..pindah..?kan ini sudah pas...sahutku..!
Kelas mulai ramai,Nadia,Mita,Kon,Carli,Ano dan banyak yang bersuara.
"Ibu...Ibu In bilang pindah tempat duduk,karena kami ribut..! Ibu yang atur teman duduknya..!"
Okay ...harus duduk berpasangan...!
Oeeeeee Ibu....๐๐๐๐semuanya bersorak๐๐
Sayapun mengatur mereka duduk berpasangan. Tentunya banyak yang protes..๐
๐ง๐งIbu...kami tidak mau duduk berpasangan,nanti malah baku olok..!! Ibu..tolong ibu..!!
Ah...tingkah lucu ini menggemaskan. Sebegitu tak maunya mereka duduk berpasamgan. Wejanganpun mulai saya tuturkan.
"Kenapa kalian malu..biar saja duduk berpasangan,nanti kalo sudah besar tidak malu lagi.bahkan kalau sudah tamat kalian pasti saling merindukan dan akan sangat senang bila bertemu lagi dengan teman angkatan"
"Duduk sama itu bukan pacaran,kalian ini sahabat,jadi duduk tenang saja"
Suara-suara protes masih bersahutan.
"Okay...saya buat perjanjian..kalau les matematika boleh duduk berpasangan,setelah itu kembali ke tempat duduk semula" merekapun bersorak senang.
Jadilah pelajaran hari ini penuh ancaman. Saya memberikan mereka waktu untuk membereskan materi kemarin dan jika ada yang ribut selalu saya ucapkan "batallll perjanjian..!"
Sampai les brakhirpun mereka tetap duduk dalam jarak,bahkan menarik kursi lebih ke pinggir meja agar lebih jarak lagi dengan tan duduk. Perasaan-perasaan pada usia ini masih dipenuhi rasa malu. Cara mereka duduk juga seperti membeku dalam dingin musim ini,terpaku dalam rasa malu mereka sendiri.
Sampai jam berakhirpun masih duduk dalam jarak...dan selalu meminta...Ibu...kalau selesai les matek pindah lagi eee..Ibu ee...๐๐
Merengek manja itu sudah menjadi kedekatan yang luar biasa. Bahkan ada juga yang berani ukur tinggi dengan Ibu Guru yang tinggi satu meter kotor ini๐๐
Sekian cerita hari ini,siapapun engkau sang guru,pasti selalu ada cerita lucu yang menggelitik hati.
